Gilang Gustiana. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog archive

RSS

Kutipan Buku La Tahzan - Jangan Bersedih

Assalamualaikum Wr. Wb



Kali ini share sedikit kata-kata pemberi motivasi, inspirasi hidup, yg dikutip dari buku La Tahzan – Jangan Bersedih! (DR. Aidh Al-Qarni).
 Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.

Kutanamkan didalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat menyinari tanpa mentari,
dan berjalan dimalam hari tanpa rembulan.
Karena kedua matanya ibarat sihir dan keningnya laksana pedang buatan india.
Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher, dan kulit yang indah mempesona.
  
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
Dan wajah jaman berlumuran debu hitam.
Kusebut nama-Mu dengan lantang saat fajar menjelang,
Dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah.

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah.
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, ditengah keagungan-Mu, wahai Rabku.

Wajah mereka cemberut karena sombong,
Seolah mereka dilempar dengan paksa ke neraka.
Tidak seperti kaum, yang bila kau jumpai bak bintang,
Yang menjadi petunjuk bagi perjalanan malam.
  
Orang berkata “Langit selalu berduka dan mendung”
Tapi aku berkata “Tersenyumlah, cukuplah duka cita dilangit sana” 

Malam-malamku untuk merajut ilmu yang bisa dipetik,
Menjauhi wanita elok dan harumnya leher.
Aku mondar-mandir untuk menyelesaikan masalah sulit,
Lebih menggoda dan manis dari berkepit betis nan panjang.
Bunyi penaku yang menari diatas kertas-kertas,
Lebih manis daripada belaian wanita dan kekasih.
  
Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
Karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita,
Dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita.

Ia dicipta sebagai mahluk yang senantiasa galau nan gelisah,
Sedang engkau mengharap selalu damai nan tentram.
Wahai orang yang selalu ingin melawan tabiat,
Engkau mengharap percikan api dari genangan air.
Kala engkau berharap yang mustahil terwujud,
Engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam.

Mungkin saja seseorang merasa terhimpit cobaan,
Karena tak sadar bahwa jalan keluar ada ditangan Sang Pencipta.
Kala kesesakan semakin berat terasa, dan semua lingkaran terbuka,
Ia akan melihat apa yang tak pernah terbayang olehnya.

Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah putus asa,
Dan betapa banyak kegembiraan yang datang setelah kesusahan.
Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik ‘Arasy,
Dia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri.
  
Curahkan hujan mutiara langit Sardib,
Dan luapkan sumur-sumur Takruratibra.
Jika aku hidup maka aku tidak pernah kehabisan makanan,
Dan jika aku mati tak pernah kehabisan kuburan.
Ambisiku adalah ambisi raja dan jiwaku.
  
Aku berkata pada kalbuku saat didera rasa takut yang mengejutkan
“bergembiralah, sebab kebanyakan hal yang kau takuti adalah dusta”
Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali
Sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa.
  
Semoga jalan keluar terbuka,
Semoga kita bisa mengobati jiwa kita dengan doa.
Janganlah engkau berputus asa manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa.
Saat paling dekat dengan jalan keluar adalah ketika telah terbentur pada putus asa.
  
Ketahuilah, sesungguhnya harta itu akan pergi dan sirna.
Yang tersisa dari harta itu hanyalah pembicaraan dan kenangan.
Ketahuilah, kekayaan itu tidak ada faedahnya bagi seseorang,
Yakni kala nafas ditenggorokan dan dada tak lagi mampu memuat.
Kekayaan tak menambah kebanggaan atas kaum kerabat,
Dan kami tidaklah merasa terhina dengan kefakiran.
  
Siapa yang menginginkan kemuliaan dan ketenangan dari kesedihan panjang melelahkan,
Ia harus menyendiri dan rela dengan yang sedikit saja.
Bagaimana seseorang akan jadi bersih, jika ia hidup dari yang kotor.
Antara fitnah, celaan para penipu dan bujukan kata manis orang-orang pandir.
Di tengah-tengah para penghasut dan kekerdilan orang kikir.
Menyesal aku harus mengenal orang, menyesal harus mengenal jalan hidupnya.
  
Salam buat Sang Fajar.
Lihatlah hari ini.
Sebab ia adalah kehidupan, kehidupan dari kehidupan.
Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu.
Nikmat pertumbuhan.
Pekerjaan yang indah.
Indahnya kemenangan.
Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi.
Dan esok hari hanyalah bayangan.
Namun hari ini ketika anda hidup sempurna,
Telah membuat hari kemarin sebagai impian yang indah.
Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan.
Maka lihatlah hari ini,
Inilah salam untuk Sang Fajar. 

Maka celaka, celaka dan celakalah
Bagi hakim bumi yang akan dia terima dari Hakim langit. 

Orang yang berakal akan menderita dalam kenikmatan kartena akalnya.
Sedangkan orang yang bodoh akan bahagia dalam kesusahan.

Jika iman telah tiada, maka tak ada lagi rasa aman.
Dan tak ada dunia bagi siapa saja yang tidak menghidupkan iman.
Barangsiapa rela dengan kehidupan tanpa agama.
Dia telah menjadikan kehancurannya sebagai teman karibnya.

Ya Allah, jadikanlah aku rela dengan qadha-Mu hingga aku tahu bahwa apa yang menjadi bagianku pasti akan datang kepadaku dan yang bukan bagianku tidak akan pernah menimpaku.
Kadangkala Allah menganugerahkan nikmat dengan cobaan, walaupun sangat besar.
Dan telah menguji sebagian kaum dengan nikmat.
  
Jika aku adalah seorang hamba, Maka aku adalah tuan dalam derma.
Jika aku berkulit hitam, Tapi akhlakku berwarna putih.
  
Zaman mengancamku, dan ia tidak tahu bahwa aku menjaga diri,
Dan bagiku peristiwa zaman tak membebani.
Zaman memperlihatkan bagaimana melakukan ancamannya,
Begitu juga aku menampakkan kesabaranku bagaimana adanya.


Wassalamualaikum Wr. Wb

Sumber : La Tahzan – Jangan Bersedih! (DR. Aidh Al-Qarni)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Muhammad Kholilullah mengatakan...

kok sudah ada kata galau bro ?

Poskan Komentar